
Tampak
Luar
Lokasi : Jl. Jagasatu, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45114
Map: KlikDisini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon: –
Map: KlikDisini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon: –
Berwisata merupakan kegiatan sangat dinantikan oleh semua orang. Sangat
tidak mungkin jika ada orang membenci kegiatan menyenangkan ini. Setiap insan
tentu membutuhkan liburan untuk menyeimbangkan jiwanya. Rasa bosan merupakan
rasa paling tidak diinginkan dan hanya dengan liburanlah rasa tersebut dapat
berkurang bahkan hingga sirna.

Pintu
Masuk ke Ruang utama
Berbicara mengenai wisata religi. Indonesia memiliki beragam situs
keagamaan dan tentunya dari agama yang diakui di Bumi Pertiwi ini. Mulai dari
Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha, semuanya ada di Indonesia dan
Bhinneka Tunggal Ika yang menyatukan perbedaan tersebut.
Saat ini kita akan membicarakan mengenai situs religi dari Islam.
Kedatangan Islam di Indonesia seakan menyebar bagaikan parfum. Harum dan
menenangkan adalah alasan mengapa agama ini menjadi agama mayoritas di Bumi
Pertiwi. Namun saat ini isu toleransi seakan menyudutkan umat islam.
Tak lain dan tak bukan alasannya adalah karena dunia politik dan para
muslim belum paham mengenai Islam itu sendiri. Toleransi dalam beragama adalah
dengan membiarkan pemeluk agama lain menjalankan ritual ibadahnya dengan
tenang. Dalam Islam, Aqidah adalah pokok. Apabila hal tersebut rusak atau cacat
maka sudah rusak keislamannya.
Sekarang mari kita kembali ke pokok bahasan pertama. Berlanjut, di Cirebon
terdapat sebuah mesjid yang amat terkenal. Dari sumber cerita yang beredar,
masjid itu dikabarkan dibangun hanya dengan semalam.
Tentu ini adalah hal yang dapat menarik perhatian orang-orang. Masjid
tersebut adalah Masjid Agung Sang Cipta Rasa atau lebih dikenal dengan Masjid
Agung Cirebon. Lantas kapan dan siapa yang membangun atau pendiri masjid dengan
karpet berwarna merah ini?
Asal Usul Masjid Agung Cirebon
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai keindahan serta keunikan arsitektur
Masjid Agung Sang Cipta Rasa, maka mati kita bahas terlebih dahulu mengenai
sejarah atau asal usul berdirinya atau pembangunan masjid ini.
Masjid Agung Sang Cipta Rasa dikabarkan sebagai masjid tertua di Cirebon.
Masjid ini merupakan saksi bisu penyebaran islam di wilayah ini. Diperkirakan,
masjid ini di bangun sekitar tahun 1480 M. Tahun tersebut juga merupaan tahun
dimana para wali yang berjumlah sembilan orang atau lebih dikenal dengan Wali
Songo tengah mendakwahkan agama Islam di tanah Jawa.
Dikerjakan oleh Sekitar 500
Orang.

Keunikan
Arsitektur Masjid Agung Cirebon
Tentu nama masjid ini sangat beda dengan mesjid pada umumnya. Umumnya
masjid menggunakan nama dari bahasa arab. Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan
nama diambil dari kata sang yang memiliki pengertian keagungan, cipta berarti
dibangun dan rasa memiliki arti digunakan.
Dari nama tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa masjid ini dibangun dan
digunakan untuk sarana beribadah guna menyembah Sang Maha Agung. Mengacu pada
tradisi yang diinformasikan oleh Wikipedia. Masjid ini dikabarkan dibangun
dengan melibatkan sekitar lima ratus orang. Para pekerja tersebut berasal dari
daerah Majapahit, Demak dan Cirebon.
Dua Arsitek yang Luar Biasa

Keunikan
Tiang Penyangga
Arsitek dari mesjid ini sendiri terdapat dua orang. Dua orang tersebut
merupakan pilihan dari Sunan Gunung Jati. Kedua orang ini adalah Sunan Kalijaga
dan Raden Sepat. Raden Sepat merupakan arsitek dari Majapahit yang menjadi
tawanan perang Demak – Majapahit. Arsitek dari Majapahit tersebut bertugas
untuk membantu Sunan Kalijaga dalam mendesain masjid ini.
Dikumandangkan 7 Orang Muadzin.

7 Orang
Muadzin
Masjid Agung Cipta Rasa Saka Tatal dulunya dikabarkan memiliki memolo atau
kemuncak atap. Kubah tersebut dipindah ketika Azan Pitu salat Shubuh digelar
untuk mengusir Aji Menjangan Wulung pada abad ke-16. Dikabarkan kubah tersebut
pindah ke Masjid Agung Banten yang hingga saat ini masih memiliki dua kubah.
Dari aspek sejarah tersebut hingga saat ini setiap Shalat Jum’at di Masjid
Agung Cirebon dikumandangkan Azan Pitu. Adzan ini cukup unik karena dilakukan
oleh 7 orang muadzin berseragam serba putih yang dilakukan secara bersamaan.
Ini merupakan ciri khas dari mesjid ini.
Akulturasi di Arsitektur Masjid Agung
Cirebon
Terlepas dari sejarah. Sekarang mari kita membahas mengenai arsitektur
bangunan yang selalu dapat membuat orang takjub dibuatnya. Tidak seperti pada
masjid umumnya yang berada di pulau jawa. Masjid Agung Cirebon pada atapnya
tidak memiliki kemuncak. Masjid ini sendiri terbagi menjadi dua ruangan yakni
beranda dan ruangan utama.
- Ruang utama

Bagian dalam Masjid Agung Cirebon
Memasuki ruangan utama merupakan hal yang mudah karena terdapat 9 pintu
untuk memasuki ruangan tersebut. Jumlah pintu ini melambangkan jumlah dari Wali
Songo. Terdapat pencampuran atau akulturasi budaya dalam arsitektur Masjid
Agung Sang Cipta Rasa, karena masyarakat Cirebon tempo dulu terdiri dari
berbagai etnik.
Tak heran jika arsitekturnya memadukan gaya Cirebon, Demak dan Majapahit.
Di bagian mihrabnya terdapat sebuah ukiran berbentuk bunga teratai yang dibuat
oleh Sunan Kalijaga. Di bagian tersebut juga terdapat 3 buah ubin yang memiliki
tanda khusus.
Tanda ini digunakan untuk melambangkan tiga ajaran pokok agama yakni Iman,
Islam dan Ihsan. Kabarnya ubin-ubin tersebut dipasang oleh Sunan Gunung Jati,
Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga ketika masjid Ini pertama kali berdiri.

Dua Macam Pintu Masuk
Pintu-pintu ini ada yang memiliki tinggi berbeda. Ada yang memiliki tinggi
satu meter dan dua meter. Pembedaan ini bertujuan bahwa ketika semua orang itu
sama. Sama maksudnya adalah semuanya harus tunduk kepada Sang Maha Pencipta.
Itulah kesan yang ingin disampaikan dari arsitektur ini.
Di bagian dalamnya terlihat
tiang-tiang penyangga yang seakan disusun bagaikan puzzle karena
tidak menggunakan paku. Terdapat pula area khusus untuk shalat keluarga
keraton, mungkin itu bertujuan agar keluarga keraton lebih khusyuk dalam
beribadah. Nama tempat ini adalah Kramba. Letaknya berada di depan dan
belakang. Berikut adalah gambar Kramba tersebut.
- Beranda

Beranda Masjid Agung Cirebon
Ketika bulan Ramadhan datang, bagian kanan atau Utara masjid sering ramai
dikunjungi orang. Pada bagian tersebut terdapat sebuah sumur zam- zam atau
Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang merupakan peninggalan dari Wali Songo
berdasarkan cerita yang ada. Belum diketahui secara pasti ukuran sumur tersebut.
Orang-orang mempercayai bahwa
air di dalam sumur itu berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Dikabarkan
juga sumur yang terdiri dari dua kolam ini juga dapat digunakan untuk menguji
kejujuran seseorang.Baca juga : Wisata Kuliner Bersama GL Trans - EMPAL GENTONG, WARISAN KULINER NUSANTARA YANG PATUT KAMU COBA!


